#melayang {position:fixed;_position:absolute;bottom:30px; left:0px;clip:inherit;_top:expression(document.documentElement.scrollTop+document.documentElement.clientHeight-this.clientHeight); _left:expression(document.documentElement.scrollLeft+ document.documentElement.clientWidth - offsetWidth); }

Islam: Antara Toleransi dan Bertasamuh

Thisisgender.com – WACANA kerukunan antar umat beragama bukanlah hal yang baru dalam ajaran Islam. Sejak agama Islam diturunkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassalam nilai-nilai kerukunan sudah diajarkan dan diterapkan. Bukan hanya kepada sesama umat muslim. Bahkan kepada non-muslim pun Islam menjalin kerukunan.

Tapi, akhir-akhir ini, Islam justru disudutkan dengan berbagai macam tuduhan. Dan yang terbaru ialah “Islam bukan agama toleran” yang dilontarkan oleh LSI. Untuk itu, penulis merasa perlu menyikapi tuduhan tersebut. Adapun tulisan ini ingin mendudukkan toleransi dengan konsep tasamuh dalam Islam serta mencari benang merah perbedaan antara keduanya.

Beda Toleransi dan Tasamuh
Secara terminologi, kata “tolerance” (toleransi) sebagaimana dalam The New International Webster Comprehensive Dictionary of The English Language (1996:1320) diartikan dengan menahan perasaan tanpa protes (to endure without protest). Artinya seseorang tidak berhak protes atas argumen orang lain, meskipun itu adalah gagasan yang salah dalam keyakinan. Inilah toleransi dalam pengertian Barat.

Berbeda dengan Islam. Islam mengartikan toleransi dengan istilah “tasamuh”. Dalam kamus al-Muhit, Oxford Study Dictionary English-Arabic (2008:1120) istilah tasamuh memiliki arti tasahul (kemudahan). Artinya, Islam memberikan kemudahan bagi siapa saja untuk menjalankan apa yang ia yakini sesuai dengan ajaran masing-masing tanpa ada tekanan dan tidak mengusik ketauhidan.

Dalam pandangan Harun Nasution dalam Kamus Lengkap Islamologi (2009), toleransi meliputi beberapa hal. Di antaranya yaitu : Mencoba melihat kebenaran yang ada di luar agama lain. Artinya, Harun percaya bahwa kebenaran tidak hanya ada dalam Islam, melainkan kebenaran juga ada dalam agama selain Islam. Selain itu, toleransi menurut Harun berarti upaya membina rasa persaudaraan se-Tuhan.

Definisi Harun di atas sangat sarat akan aroma paham pluralis. Pertama, Harun ingin merelatifkan nilai kebenaran itu sendiri. Gagasan Harun ini bukanlah hal yang baru. Ia mengekor dengan ide John Hick, yang menganggap kebenaran itu relatif. Kedua, Harun juga ingin menyamakan Tuhan agama-agama. Dalam hal ini ia terpengaruh oleh Frichof Schuon yang percaya akan Tuhan agama-agama yaitu “The One”.

Lain halnya dengan Dr Yusuf al-Qaradhawi dalam Ghair al-Muslimin fii al-Mujtama’ Al-Islami yang memaknai konsep tasamuh dalam beberapa hal. Tasamuh adalah keyakinan terhadap kemuliaan manusia, apapun agamanya, kebangsaannya dan kerukunannya. Selain itu, tasamuh juga berarti keyakinan bahwa Allah Subhanahu Wata’ala memerintahkan untuk berbuat adil dan mengajak kepada budi pekerti mulia meskipun kepada orang musyrik.
Jadi, antara toleransi dalam pandangan Barat memiliki perbedaan mendasar dengan konsep tasamuh dalam Islam. Perbedaan tersebut terlihat dalam hal konsekwensi berkeyakinan dalam beragama. Toleransi ingin merelatifkan nilai-nilai kebenaran dalam beragama. Sedangkan tasamuh justru untuk meyakini akan kebenaran yang hanya berasal dari Allah Subhanahu Wata’ ala. Dari defenisi Qaradhawi ini saja ada perbedaan besar antara toleransi (dalam konsep Barat) dan Islam.

Islam Intoleran yang Tasamuh
Belum lama ini Islam kembali menjadi sorotan media massa. Kali ini Islam tidak sedang dituduh sebagai agama teroris. Tapi, Islam dianggap sebagai agama yang intoleran.
Statemen tersebut dilontarkan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI). Wacana itu merupakan kesimpulan dari hasil survei yang mereka lakukan pada tanggal 1-8 Oktober 2012. Kabarnya, survei tersebut dilengkapi dengan riset kualitatif, analisis media dan Focus Group Discussion (FGD). (antaranews.com)

Adapun survei tersebut menemukan bahwa publik (umat islam) tidak nyaman hidup berdampingan dengan orang yang berbeda agama naik 8,2 persen dari 6,9 persen menjadi 15,1 pada survei tahun 2012. Ketidaknyamanan bertetangga dengan orang Syiah sebelumnya sebesar 26,7 persen sekarang naik 15,1 persen menjadi 41,8 persen.

Sementara mereka yang tidak nyaman hidup berdampingan dengan orang Ahmadiyah naik sebesar 7,5 persen yang sebelumnya hanya 38,1 persen menjadi 46,6 persen pada 2012. Dan mereka yang tidak nyaman bertetangga dengan homoseksual pada 2005 hanya 64,7 persen kini menjadi 80,6 persen.

Artinya, bahwa mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam lebih menerima hidup bertetangga dengan orang yang beda agama daripada hidup bertetangga dengan orang Islam yang berbeda paham agama seperti Syiah dan Ahmadiyah. Jadi, muslim Indonesia sangat intoleran. Demikianlah kesimpulan dari LSI yang dimuat dalam situs resminya. (lsi.co.id) Ini artinya, orang Islam Indonesia semakin sadar akan kebenaran agama Islam. Pasalnya, sample (muslim) bisa membedakan bahwa orang yang memiliki pemahaman berbeda dengan Islam (Syiah dan Ahmadiyah) adalah sesat dan menyesatkan. Akhirnya, mereka tidak mau hidup bersama mereka.

Dalam hal ini, wajar jika LSI mengatakan umat Islam (yang menjadi sample riset) itu intoleran. Dari pernyataan tersebut dapat diketahui bahwa cara pandang menyikapi toleransi yang digunakan oleh LSI adalah toleransi model Barat yang tidak membedakan antara kebenaran dan kesesatan. Bagi Barat (yang akhirnya jadi pijakan LSI), semua harus ditolerir. Tentu akan berbeda hasilnya apabila LSI menggunakan kaca mata Islam (dalam hal ini konsep tasamuh) dalam menilai hal tersebut.

Sebagaimana disebutkan di awal, Islam memiliki konsep tasamuh atau (kemudahan). Saat LSI melakukan survei, sebenarnya umat muslim sedang menerapkan konsep tasamuh. Hal ini dapat dilihat dari data yang menunjukkan penolakan terhadap kesesatan (Homosex/Lesbian, Syiah dan Ahmadiyah). Sikap ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Yusuf Al-Qardhawi dalam Ghair al-Muslimin fii al-Mujtama’ Al-Islami (1992:53-55) yang mengatakan bahwa dalam bertasamuh, Islam harus tetap mengedepankan tauhid.

Sebab, pada dasarnya, konsep bertasamuh dalam Islam mengandung konsep-konsep yang rahmatan lil ‘alamin. Di antaranya konsep yang mengikat makna tasamuh yaitu ar-Rahmah (Kasih Sayang), QS. Al-Balad : 17, al-Salam (keselamatan), QS. Al-Furqan: 63, al-Adl (keadilan) dan al-Ihsan (kebaikan), QS. al-Nahl : 90 dan al-Tauhid (Menuhankan Allah SWT), QS. Al-Ikhlas : 1-4. Dan inilah yang sedang dipraktekkan oleh sample (Muslim).
Ini berarti jelas bahwa masyarakat yang disurvei tidak sedang menerapkan toleransi ala Barat tapi mereka bertasamuh. Dan apabila itu tidak disadari oleh LSI maka itu menunjukkan bahwa LSI tidak berimbang dalam menilai data survei. Sebab, LSI telah menggunakan kaca mata Barat untuk menilai umat Islam yang hasilnya akan selalu negatif.

Penutup

Dari paparan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa antara toleransi dan tasamuh memiliki perbedaan yang mendasar. Toleransi ala Barat merupakan sikap menahan tanpa protes meskipun dalam hal kebaikan dan kesesatan. Baik dalam hal bersosial maupun berkeyakinan.
Hal yang berbeda dengan Islam. Dalam hal bermasyarakat, Islam harus menerapkan konsep tasamuh. Artinya, Islam memberi kemudahan kepada orang lain yang tidak mengusik keimanan umat Islam.

Adapun sikap yang ditunjukkan oleh umat Islam yang disurvei –bagi penulis- adalah sudah sangat tepat dan harus tetap dijaga (bila perlu ditingkatkan). Sebab seperti itulah seharusnya hidup bertasamuh, yaitu tidak menjual tauhid dengan toleransi semu.
Jadi, prinsip toleransi yang menjadi pegangan LSI sangat bertolak belakang dengan prinsip tasamuh dalam Islam. Dengan demikian, menurut hemat penulis, jauh lebih baik bertasamuh dari pada bertoleransi. Dan satu hal yang tak kalah penting, masalah kerukunan antar umat beragama, Islam tidak perlu belajar dari Barat. Islam telah memiliki prinsip tersendiri yang tidak bisa diganti dengan model kerukunan agama lain yang selama ini terkesan mendikte kaum Muslim.

Sebagai penutup, penulis meminta kaum Muslim tidak perlu ragu. Selanjutnya juga menghimbau pihak LSI bisa bersikap adil dalam menilai sikap kaum Muslim. Itupun jika mau melakukan. Hanya saja, biasanya akan sulit. Karena biasanya semua survey dan program-program kalangan LSM di Indonesia sudah merupakan paket dari sponsor yang agendanya jelas bertolak-belakang dengan nilai Islam itu sendiri. Wallahu a’lam bi al-shawab.*

PERASAAN TERTARIK ITU TIDAK BISA DIPAKSAKAN.

Artikel ini cukup panjang, namun luangkanlah waktu sejenak untuk membaca paling tidak 3 paragraf pertama.

Saya jamin Anda tanpa sadar akan membacanya sampai habis karena isi artikel ini akan memberi penjelasan yang Anda butuhkan dan merubah paradigma Anda tentang hubungan pria wanita.
Alkisah...

Seorang pria menyukai seorang wanita. Sang wanita juga menyukai sang pria. Mereka mengalami masa-masa indah bersama. Lewatkan waktu bersama. Tersenyum bersama. Tertawa bersama. Segalanya indah. Lalu masalah itu datang. Dan semuanya hancur berantakan. Langkah mereka menjauh. Hati mereka hancur. Perpisahan di ambang pintu. Sang pria tidak bisa membiarkan sang wanita pergi. Sang pria terlalu menyayangi sang wanita. Sang pria tidak ingin kehilangan sang wanita. Maka ia berusaha menunjukkan ketulusan perasaannya. Namun semakin ia berusaha. Semakin ia terjerumus dan tidak bisa keluar. Terperangkap oleh pasir hisap.

Ini bukan puisi cinta murahan. Ini adalah pengalaman banyak pria di luar sana. Apakah Anda pernah mengalami hal yang serupa? Saya pernah, beberapa kali malah.
Hanya demi mempertahankan hubungan yang memburuk, Anda melakukan semua hal yang akan dilakukan pria manapun di saat seperti itu: melancarkan serangan bertubi-tubi. Sms dan telpon setiap hari, menyatakan perasaan Anda berulang kali, membelikan hadiah-hadiah, memperlakukan dia lebih baik dari sebelumnya bak putri raja, mencoba melucu dan membuat dia tertawa, lebih parah lagi saya bahkan pernah menuliskan puisi-puisi romantis dengan harapan itu semua akan membuatnya berpaling kembali.

Anda menjadi pengemis yang mengharapkan dengan iba sisa-sisa perasaan dia pada Anda. Namun hasilnya tidak sesuai dengan harapan dan sangat tidak sebanding dengan pengorbanan Anda, karena pada akhirnya dia tetap pergi meninggalkan Anda di tengah-tengah kefrustrasian. Anda tidak mengerti. Kenapa setiap usaha untuk membuktikan ketulusan perasaan Anda selalu berakhir bagai asap diterpa angin? Kenapa ketulusan Anda hanya bagai sampah di matanya? Kenapa seolah-olah perasaan wanita itu gampang sekali berubah menjadi dingin?

Banyak dari teman-teman saya adalah pria-pria yang berkualitas. Intelek, mandiri, berbakat dan tulus. Namun seumur hidupnya, mereka sama sekali tidak pernah berhasil dan selalu gagal dalam hubungan dengan wanita. Ada apa ini? Ada yang tidak beres dengan dunia ini! Kenapa begitu banyak pria-pria luar biasa di luar sana yang mengalami hal ini?
Saya pernah mengalaminya dan saya tahu perasaan Anda.

Saya menghabiskan begitu banyak waktu untuk mencari jawabannya. Bertanya kesana kemari dan menipu diri dengan penjelasan yang membuat saya terhibur sementara. Hingga akhirnya saya muak dengan segala keputus asaan dan memutuskan untuk keluar dari keadaan ini. Karena kebetulan saya adalah orang yang gemar membaca, maka langkah awal saya bermulai dari situ.

Saya mulai membaca materi-materi tentang hubungan pria dan wanita. Saya juga mulai mempelajari ilmu psikologi, mencoba mencari jawaban kenapa manusia bereaksi sedemikian rupa dalam situasi tertentu. Saya mulai mengamati pola-pola hubungan yang ada dalam tatanan sosial kita. Dan mulai bergaul dengan orang-orang yang memiliki pengalaman pahit yang serupa dan memutuskan untuk melakukan sesuatu.
Disitulah saya bertemu Lex dan Jet. Saling bertukar pengalaman dan berbagi pengetahuan.
Dan akhirnya kami menemukannya..

PERASAAN TERTARIK ITU TIDAK BISA DIPAKSAKAN.

Itu adalah hal yang natural dan timbul karena input dan stimulasi-stimulasi tertentu. Tentu, Anda pasti berpikir "Kalau cuma begitu aja, gue juga tau!" Oke. Kalau Anda memang tahu, lalu kenapa Anda terus memaksa diri dan memaksa perasaan wanita yang sudah tidak tertarik kepada Anda?

Tidak peduli seberapa konsistennya Anda, seberapa bertubi-tubinya serangan Anda, kalau si wanita memang sudah tidak tertarik, tidak ada lagi yang bisa Anda lakukan selain pergi dan mulai mencari wanita baru! Anda sadar hal itu, tapi kenapa Anda tidak mau melakukannya dan malah berkutat dalam perangkap pasir hisap itu? Saya tahu jawabannya: Bukan karena cinta, ketulusan, atau alasan-alasan romantis picisan lainnya, melainkan karena RASA TIDAK PUAS Anda akan keadaan tersebut.

Sebagai pria, sejak kita kecil kita sudah dididik dan diindoktrinasi dengan nilai-nilai keberhasilan yang dipaksakan. Sehingga kita menjadi pecundang-pecundang yang tidak mau mengakui bahwa dirinya adalah pecundang. Kita tidak mau menerima kekalahan. Kita tidak ingin menghadapi kegagalan. Dan kita selalu berusaha untuk menjadi orang yang memegang kendali atas segala sesuatu. Dan ketika hubungan kita dengan wanita mulai terlihat gagal dan memburuk, kita akan melakukan segala daya upaya untuk memastikan kita tidak kalah!
Kita tidak puas dengan situasi tersebut. Kita ingin kembali memegang kendali. Kita ingin memperbaikinya karena kita merasa kita mampu memperbaikinya, kalau saja kita diberi kesempatan.

Untuk itulah, dengan dalih perasaan sayang atau cinta atau apalah, kita memaksa diri kita untuk tetap mempertahankan sang wanita. Padahal dengan melakukan hal-hal tersebut Anda telah memaksa wanita tersebut. Dan tidak ada orang yang suka dengan pemaksaan. Itu sebabnya, semakin Anda berusaha semakin sang wanita akan menjauh dan menghilang.
Kalau Anda benar-benar tulus, Anda tidak akan frustasi apabila sang wanita pergi meninggalkan Anda. Kalau Anda benar-benar tulus, Anda tidak akan berubah menjadi sinis atau malah benci kepadanya. Tapi kenapa banyak pria yang berubah sikap menjadi benci dan menjelek-jelekan wanita yang sudah menolak atau meninggalkannya? Karena Anda sudah kalah, dan Anda benci kekalahan. Makanya Anda mencoba menyalahkan sang wanita untuk kekalahan yang Anda alami.

Masuk akal?
Apabila Anda berkata "Ya" maka saya ingin mengatakan bahwa saya tidak menemukan hal ini begitu saja. Saya menghabiskan malam-malam penuh frustasi untuk mencari jawaban dan penjelasan. Saya tidak mau menjadi pecundang. Karena itu saya memikirkan berbagai macam alasan dan penjelasan yang hanya dapat menghibur sementara saja dan menyangkal kekalahan saya. Namun semakin Anda menyangkalinya, semakin Anda akan terpuruk.

Kalau Anda telah membaca sampai di sini dan merasa bahwa apa yang saya bagikan sesuai dengan keadaan Anda, maka ini saatnya Anda mengakui kekalahan Anda. Akui saja rasa ketidak puasanmu dan hadapi kegagalanmu. Setelah Anda melakukannya, Anda akan menyadari bahwa tidak apa-apa untuk mengakui kegagalan dan kekalahan.

Anda kalah dalam permainan ini, namun tidak ada yang akan menyalahkan Anda. Anda belum memiliki pengalaman yang cukup dan belum tahu cara-cara dan teknik-teknik yang diperlukan untuk memenangkan permainan ini, jadi kekalahan Anda adalah hal yang wajar.
Dan sekarang saatnya Anda memasuki permainan yang baru dengan lebih percaya diri dan kesiapan yang matang, karena Anda telah mengetahui alasan kenapa Anda kalah dan Anda tidak akan mengulanginya lagi.

Lupakan sang wanita, jangan pernah lagi mengemis dan menyerangnya dengan bertubi-tubi. Justru dengan Anda melepas dan memberinya keleluasaan, kesempatan Anda untuk mendapatkannya kembali di kemudian hari (apabila Anda masih berminat) akan lebih tinggi dibandingkan apabila Anda memaksanya.

Lupakan sang wanita, dan mulailah mencari wanita-wanita baru. Percayalah, cara termudah untuk melupakan seorang wanita adalah dengan bertemu wanita-wanita baru. Kenapa Anda harus peduli pada wanita lama Anda apabila Anda bisa di kelilingi oleh wanita-wanita yang sama atau bahkan lebih menarik darinya? Anda akan melupakannya dalam sekejap begitu Anda mulai bertemu dan bersenang-senang dengan wanita-wanita baru.

Namun bertemu dengan wanita-wanita baru adalah sebuah permainan yang lain lagi. Dan Anda membutuhkan skill khusus untuk dapat memenangkan permainan ini. Untuk itulah workshop Hitman System diadakan. Untuk membantu Anda bertemu dengan wanita-wanita baru dan melupakan yang lama.

Hitman System adalah live interactive workshop membagikan rahasia-rahasia kesuksesan dalam membuka hubungan dengan wanita di mana saja dan kapan saja. Berbicara tentang metamorfosa, perubahan paradigma, tehnik rahasia, pokoknya semua senjata yang Anda perlukan untuk menjamin kesuksesan Anda, dan dapat dipelajari oleh semua pria tanpa terkecuali.

Untuk info lebih jelasnya silakan kunjungi web http://www.hitmansystem.com atau kirimkan pertanyaan Anda mengenai workshop, materi atau masalah dan kesulitan-kesulitan Anda dengan wanita ke hitmansystem(at)gmail.com tulis dengan singkat dan jelas, dengan subject: NUMPANG TANYA.

Pria Lajang Yang Mewah dan Berkualitas


 More Sharing ServicesShare | Share on facebook Share on twitter Share on email Share on print

Saya mau Anda berhitung sejenak, sudah berapa lama Anda melajang?
Banyak orang merasa malu jika harus mengakui dirinya lajang. Apapun alasannya, semakin lama single, semakin malu menyatakannya. Padahal sebenarnya tidak ada yang salah dengan menjalani kelajangan dengan gaya hidup yang bermutu.

Selain itu, seorang pria single bisa punya lebih banyak kesempatan bersenang-senang dengan teman pria dan wanita. Seorang pria single dapat berkonsentrasi penuh memuaskan diri dengan penitian karirnya. Seorang pria single juga biasanya punya kebebasan waktu untuk menelusuri hobi atau minat pribadi.  

Jadi dibandingkan dengan pria yang sudah berpasangan, kondisi lajang justru bisa memberi lebih banyak kemewahan dalam hidup Anda, bukan?
Pertanyaan yang perlu Anda renungkan adalah... ... apakah sekarang Anda sudah menggunakan seluruh hak-hak kemewahan tersebut?
Karena jika tidak, akan sangat wajar jika Anda merasakan sengat racun kesepian yang bernama depresi.

Dan yang lebih lucunya lagi, jika Anda berusaha mencari kekasih karena merasa kesepian seperti itu, justru entah bagaimana semua wanita seakan bergerak menjauh dari Anda. Sadari bahwa semakin Anda mengejar, semakin mereka berlari. Semakin Anda merayu, semakin mereka kehilangan minat pada Anda. Kalaupun Anda beruntung dan berhasil menemukan pacar baru, depresi kesepian itu tidak akan hilang begitu saja, seperti yang sudah saya jelaskan di Pacaran Tidak Obati Kesepian.

Sobat, kelajangan yang tidak dimanfaatkan malah akan cenderung berbalik merugikan Anda! Ada banyak sekali hal yang HARAM Anda lewatkan begitu saja ketika Anda masih single. Coba pikir saja sendiri: apa saja yang bisa Anda lakukan ketika sedang dalam keadaan lajang? Kualitas hidup dan kemewahan apa saja yang sudah Anda lewatkan serta lupa syukuri selama ini?

Renungkan prinsip-prinsip pokok berikut ini: 

1. KEBEBASAN, KEBEBASAN, KEBEBASAN. Kebebasan akan membuat Anda hidup lebih meriah spontan, seperti anak kecil yang masih minim tanggung jawab. Penting sekali bagi Anda untuk menggunakan kebebasan waktu-energi-finansial ini untuk meningkatkan kualitas hidup semaksimal mungkin.

Anda dapat pergi kemana saja dan memutuskan apa saja tanpa perlu mendiskusikannya pada seseorang. Anda bisa bertingkah gila tanpa merepotkan siapa pun selain diri Anda sendiri. Anda tidak perlu dipusingkan dengan rutinitas memberi kabar dan menanyakan kabar tentang kekasih Anda. Tidak ada kewajiban untuk meminta ijin, tidak ada rasa bersalah jika ingin pergi bersenang-senang dengan sahabat Anda. 

Ini sepertinya common sense biasa saja, tapi kebebasan adalah kemewahan terbesar yang baru akan Anda rindukan jika nanti sudah punya pasangan. Jangan sia-siakan waktu ini, nikmati kebebasan Anda sekarang juga. Ini perintah!

2. KEUANGAN SEPENUHNYA MILIK ANDA. Salah satu keuntungan dari single adalah Anda tidak perlu membagi pendapatan Anda untuk keperluan rutinitas percintaan. Hubungan itu menghabiskan uang. Orang yang berpacaran wajib menyisihkan pengeluaran tambahan untuk mentraktir kekasih makan dan jalan-jalan setiap minggunya.

Menjadi lajang berarti seluruh kekuatan finansial Anda adalah sepenuhnya milik Anda, bebas untuk digunakan memuaskan diri sendiri. Anda bisa membeli gadget terbaru dan asesorisnya. Anda bebas menonton berbagai film, konser dan mengunjungi party lebih banyak daripada sebelumnya. Anda bisa bebas meledakkan budget untuk keperluan kesehatan dan fitness.
Jika Anda baru saja putus, maka segera salurkan kelebihan uang yang ada yang sebelumnya dipakai untuk menyenangkan kekasih Anda- kini untuk memuaskan hati dan diri Anda sendiri, misalnya dengan membeli Playstation 3 yang selalu Anda incar selama ini. Anda berhak menikmati hasil jerih payah Anda. Anda berhak untuk membahagiakan diri Anda sendiri. Bahkan, saran saya... jangan pernah pelit untuk diri Anda sendiri!

3. SUPER MINIM STRESS. Coba ingat setiap kali berada dalam hubungan, Anda jadi begitu terikat sehingga malas melakukan aktivitas lain di luar berpacaran. Anda jarang berolahraga, jarang membaca buku, jarang bertemu dengan orang-orang baru, jarang punya waktu untuk diri sendiri. Tidak heran jika Anda merasa lelah dan depresi, seluruh sumber daya hidup Anda dihabiskan untuk menjaga kelanggengan hubungan.

Itulah yang terjadi dalam kehidupan berpacaran, bertunangan, atau berumahtangga. Ketika lajang, Anda hanya perlu mengurusi diri sendiri. Anda tidak perlu lagi didera depresi berusaha menebak-nebak isi hati kekasih Anda, stress karena perulangan konflik dengannya, atau makan hati terpaksa menyenangkan hati keluarganya juga. By default, manusia mudah terserang stress ketika terlalu banyak berusaha mengurusi dan menyenangkan orang lain.
Ketika lajang, Anda kembali menjadi orang yang terpenting dan paling utama di dalam hidup Anda. Anda hanya bertanggung jawab pada diri Anda sendiri, tidak perlu lagi memusingkan tetek bengek yang tidak Anda sukai. Pria yang kokoh dan lihai memegang kendali dalam hidupnya sendiri pasti akan lebih sehat secara mental dan fisik, selain juga terlihat seksi di mata wanita .
Membahagiakan dan memanjakan diri sendiri, itu adalah hal yang mudah, bukan?

4. EKSPLORASI DIRI. Sekalipun sudah berada di era yang mendukung emansipasi, wanita masih tetap memiliki keterbatasan jika dibandingkan dengan pria. Misalnya wanita lajang lebih cenderung dianggap tidak laku, sementara pria lajang tidak selalu dianggap demikian. Pria bisa sepanjang hidupnya berpetualang dan dianggap keren, sementara wanita yang terlalu banyak berpetualang dianggap tidak memiliki tujuan hidup. Ini memang kelebihan dan kunci dari kualitas seorang pria.

Jadi bagi kaum pria, semakin banyak ia mengeksplorasi dirinya dengan mencoba berbagai pengalaman, semakin tinggi nilai kualitasnya dibandingkan pria-pria lain. Saya ingin Anda dengan penuh kejujuran dan hati yang besar menjawab poin-poin berikut ini:
    Hal-hal baru apa saja yang sudah Anda pelajari selama enam bulan terakhir?
    Keahlian baru apa yang semakin Anda pertajam dalam tiga bulan terakhir?
    Buku dan bacaan apa saja yang telah Anda habiskan dalam sebulan terakhir?
    Perbedaan apa yang sudah Anda lakukan di minggu ini dibanding rekan-rekan pria Anda?
    Pencapaian apa saja yang Anda miliki hari ini yang membuktikan bahwa Anda lebih baik daripada hari sebelumnya?

Seorang pria memiliki banyak sekali kekuatan dan kesempatan untuk memperlebar kapasitas dirinya. Hal-hal seperti itu biasanya hanya bisa dilakukan dalam periode masa lajang! Jika Anda sudah pernah pacaran, Anda pasti tahu ini.

Ketika Anda mengembangkan passion untuk menjadi diri yang terbaik dalam segala bidang, Anda akan menemukan lebih banyak kepuasan dan kenikmatan dalam hidup. Anda tidak lagi punya waktu untuk merasa kesepian.  Seperti kata seorang filsuf India bernama Omkar Phatak, "Being single is getting over the illusion that there is somebody out there to complete you and taking charge of your own life."

Keajaiban tambahan yang terjadi ketika Anda sibuk menikmati seluruh kemewahan masa lajang Anda tersebut, Anda malah nyaris dengan sendirinya menjadi magnet bagi para wanita. Kaum hawa tertarik dengan pria yang tahu cara menjaga dan mengasah dirinya seperti itu. Seorang pria yang sudah menajamkan kualitas diri hingga menjadi yang terbaik, alias Pria Glossy!

Mulai dari hari ini, arahkan segenap hati dan pikiran Anda untuk menjadi pria yang selalu menantang dirinya untuk pengalaman dan pengetahuan baru. Pria yang benar-benar tahu cara menikmati kelajangan dengan meriah, bukannya pria yang banyak mellow, mengeluh dan merasa kesepian saat single.

Catat dan kenali keempat kemewahan hidup di atas, lalu dan pergunakan sebaik mungkin. Kemewahan kualitas hidup Anda tidak dinilai dari kondisi keuangan ataupun kepemilikan Anda, melainkan dari seberapa banyak Anda mampu memanfaatkan kondisi alamiah Anda dan melipatgandakannya untuk kebahagiaan.  Jika Anda lalai memanfaatkannya, bukan saja Anda jadi depresi dan kesepian, tapi juga terjebak dalam kutukan single forever karena wanita tidak menyukai pria yang ‘miskin’ hidupnya

Hentikan Menyogok Cewek!

More Sharing ServicesShare | Share on facebook Share on twitter Share on email Share on print
Sebelum saya menjadi Jet yang sekarang, saya sempat memiliki beberapa teman tempat saya konsultasi hal-hal seputar cewek.

Mereka adalah teman akrab saya dan walaupun jomblo juga mereka tampaknya cukup ahli dalam hal hubungan cowok dan cewek.
So setiap kali saya memiliki masalah atau bingung dengan sikap cewek, saya bertanya pada mereka dan demikian juga sebaliknya.


Ya, kami para cowok memang sok tahu, saling memberikan nasihat satu sama lain soal cewek sekalipun saat itu sama-sama tidak memiliki pengetahuan yang memadai.
Ini adalah salah satu kalimat yang paling sering muncul dalam diskusi:

JET doeloe: "Eh gue mo ngajak jalan cewek nih, kemane ye enaknya?"
Teman A: "Ajak nonton, makan! Trus beliin boneka pas pulangnya!"
JET doeloe: "Bayarin? Beliin?"

Teman B: "Iyalah!! cowok bukan loe! Mau pdkt kok gak mau keluar duit!!"
Dulu saat mendengar saran tersebut, sepertinya saran tersebut masuk akal.
Back then, entah kenapa saya tidak terlalu suka dengan konsep bayarin cewek ketika PDKT untuk menunjukkan saya sebagai cowok yang OK.
Tapi semua orang memberikan saran yang sama. Dan saran itu memang rasanya benar juga.
“Saya kan cowok, harus gentleman! Tentu saja harus bayarin cewek, kalo gak mana ada cewek yang mau sama cowo kere!” Saya yakin kamu pernah mengalami hal tersebut. Kamu pasti pernah berkonsultasi dengan temanmu mengenai hal yang sama dan mendapat nasihat yang sama.

Sepertinya memang masuk akal, ‘kan?
Kalau kamu mengajak dia makan, lalu nonton, lalu memberi bunga atau boneka, voila si cewek bisa jadi tertarik sama kamu. Seandainya pada kencan pertama belum ada tanda-tanda seperti itu, ulangi terus sampai ada tanda itu terlihat, kalau perlu sampai kencan ke 5 dengan rute yang sama.

Sayangnya, sahabat, saya punya berita buruk buat kamu. Apa yang selama ini kamu dengar dari teman-teman kamu adalah SALAH BESAR! Kami mendapatkan beberapa email sejenis juga yang menanyakan, "Sebenernya cowo harus bayarin cewe gak sih?" dan "Gimana sih caranya supaya gak bayarin cewe?"
Jawaban mudahnya adalah…

JANGAN PERNAH MEMBAYARI CEWE LAGI!
OK, saya bisa merasakan kalau sekarang kamu sedang marah-marah atas jawaban saya yang terkesan seenak jidat.
"Trus bagaimana caranya!"
"Masa gak bayarin?"
"Kan gw cowo gentleman!"
"Mana mau sih cewe sama cowo kere?"
and bla.. bla ... bla..

Mari saya jelaskan mengenai hal ini lebih lanjut.
Dalam sebuah kencan atau PDKT atau pertemuan apapun, cewek targetmu akan membuat keputusan dalam pikiran bawah sadarnya apakah kamu adalah tipe cowo yang memang dia akan kejar / tertarik dan harus didapatkan (baca : GLOSSY) atau kamu adalah tipe yang murahan dan ngarep (baca: LOSSY) yang dengan senang hati ‘membuktikan’ dirimu sendiri dengan membawanya ke tempat-tempat makan yang mahal, mengajaknya nonton di tempat-tempat yang keren, memberinya banyak bunga dan boneka, dst.

Salah satu kalimat yang sering digunakan para cowok saat PDKT sudah dimulai adalah "Jalan yuk kapan-kapan?" Sepertinya tidak ada yang salah, terdengar jujur kan? Kalimat itu secara implisit berkata, "Hey, saya pria yang baik, dan saya ingin mengajakmu jalan-jalan, makan, nonton, sehingga saya punya waktu untuk mengenalmu lebih dalam…" Ya mungkin itu terlihat memang tipe pesan yang tepat untuk disampaikan pada cewek target.
Tapi coba lihat lebih dalam tentang apa yang sebenarnya kamu ucapkan saat kamu menyampaikan seperti itu.

1. Kamu memulai hubungan DARI AWAL dengan menawari untuk memberikan dia sesuatu, dan lebih penting lagi kamu menciptakan HARAPAN. Dengan kata lain, saat kamu melakukan hal tersebut, kamu menciptakan HARAPAN dalam dirinya bahwa kamu akan SELALU melakukan hal tersebut. Itu sebabnya kamu kemudian jadi terjerat untuk terus melakukan hal-hal serupa untuk mempertahankan perhatiannya padamu.

2. Secara tidak langsung kamu mengatakan, "Saya merasa saya perlu menggunakan sejumlah jenis suapan untuk bisa bertemu dengan kamu lagi." Walaupun mungkin kamu berkata, "Ah gak kok, itu bukan untuk nyogok," tapi pada kenyataannya kamu sedang menyuap dia, sobat.

3. Saat kamu mengajak cewe keluar dan dengan luar biasa membuktikan dirimu sangat suka membayari dia apapun yang dia mau, kamu membuat sang cewek tidak memiliki pilihan selain mengelompokkanmu ke dalam kategori ‘cowok rata-rata’ , ‘cowok nice guy’ , dan hal-hal lainnya yang kita biasa sebut LOSSY. 

Sekarang kamu mungkin akan menyangkalnya tetapi sayangnya memang itu yang terlihat dari cowok-cowok yang PDKT dengan bayarin nonton, bayarin makan, bayarin pulsa, bayarin ini bayarin itu dan bayarin bayarin lainnya..

Guys, kamu akan berakhir sama dengan ratusan cowok-cowok lain yang menggunakan uang dan sogokan dan hadiah untuk mendapatkan cewe, kamu akan berakhir di tong sampah, merenung dan menyesal.

Mari saya beritahu satu rahasia kecil, cewek bisa dengan mudah membedakan antara cowok LOSSY dan GLOSSY hanya dengan sekali pandang. Mereka juga bisa merasakan tujuan dibalik kamu mengajak mereka jalan, nonton dan lain-lain.

Saya masih ingat, belum lama ini saya mendapat telepon dari seorang cewek yang baru pulang kencan dengan cowok yang baru PDKT dengan dia. Dia menceritakan kalau cowok tersebut  SANGAT BAIK! MALAH TERLALU BAIK!

Teman saya itu mengatakan ia dibelikan sebuah boneka yang cukup mahal. Ia bercerita saat itu ia masuk ke sebuah toko boneka, ia melihat boneka beruang yang lucu, saat ia sedang mengatakan pada si cowo bertapa lucunya beruang itu, si cowok dengan gagah berkata, "Mau? sini aku beliin."

Yeah, terdengar jantan dan gagah.
Sayangnya di otak cewek kata-kata tersebut berarti, "Mau? Sini gw beliin! Tapi elo harus ganti dengan menyukai gw! Gw kan dah beliin elo barang mahal, jadi sukailah gue karena gue cuman bisa narik perhatian elo pake cara itu doang. Oke? Ayo kita beli sekarang."
Menyedihkan sekali banyak cowok yang tidak tahu kalau rasa tertarik itu tidak bisa dipaksakan dengan suapan atau sogokan apapun. Yap, malam itu si cewek berkata kalau dia merasa seperti disuap oleh cowok tersebut supaya dia mau bertemu lagi dan jalan-jalan berdua lagi.
Dia memutuskan untuk berhenti bertemu dengan cowok itu dan mengajak saya untuk nonton besoknya setelah saya meledeknya habis-habisan karena payah tidak bisa melihat kecenderungan cowok yang pathetic dari awal.

Saat kamu mulai membayari cewek, dia mungkin akan tergelitik oleh Rasa Suka karena siapa sih yang tidak suka ditraktir dan dibeliin hadiah…
Tetapi hal-hal seperti makanan dan hadiah tidak akan pernah membawa kamu ke Rasa Tertarik.

Perbedaan yang besar!
Saya tidak mengatakan untuk selamanya tidak membayari cewek makan atau nonton.
Tetapi jika kamu melakukannya dengan frame dan cara yang menunjukkan kalau diri kamu sama dengan ribuan cowo-cowo lain di luar sana, yaitu ngarep menunjukkan kalau kamu baik dan mampu melakukan apa saja yang sang cewek inginkan… … then sorry guys, kamu hanya akan berakhir dengan dompet kosong dan hasil kosong.

Di setiap workshop HSEW saya, Lex dan Kei memberitahu mereka beberapa teknik untuk berhenti membayari cewe dan malahan dibayari oleh mereka. Kami bukan saja mengajarkan mereka tehnik tetapi kami juga merubah frame dan attitude mereka dari Lossy menjadi Glossy.
Jadi untuk sementara ini sampai kamu benar-benar menjadi cowo Glossy…
… BERHENTILAH BERSIKAP SEPERTI COWOK-COWOK LAIN YANG MENCOBA MENARIK PERHATIANNYA DENGAN MEMBERINYA SOGOKAN HADIAH, MAKANAN, DAN PERHATIAN YANG BERLEBIHAN!
That's it!
OK?

Sekarang kamu tahu sedikit mengenai kesalahan yang sering dilakukan cowok-cowok saat mengajak cewek pergi kencan, tetapi sebelum bisa mengajak cewek pergi keluar, tentu saja kamu harus tahu bagaimana caranya membuat seorang cewek mau untuk diajak keluar oleh kamu.

Kalau kamu selama ini merasa kamu kurang pede, susah berkomunikasi dengan cewe yang kamu suka, tidak pernah bisa mendapatkan cewe yang memang kamu inginkan, selalu gagal dalam urusan romance…
Hey kamu sama sekali tidak sendirian!
Saya, pernah di sana dan kami sangat mengerti bagaimana rasanya.