#melayang {position:fixed;_position:absolute;bottom:30px; left:0px;clip:inherit;_top:expression(document.documentElement.scrollTop+document.documentElement.clientHeight-this.clientHeight); _left:expression(document.documentElement.scrollLeft+ document.documentElement.clientWidth - offsetWidth); }

Arti Yang terkandung dalam setiap Huruf Hijaiyah


ا alif = menyimbolkan Allah sebagai tuhan yang maha esa 

ب ba = Dengan sifat maha pengasih dan maha penyayang, Allah mencitakan alam semesta, dimana hanya Allah SWT yang tidak dihinggapi rasa kantuk dan berdiri sendiri menjadi penopang atasnya.(Qs. Al. Baqarah;255).

Dalam hal ini, huruf tersebut terdiri dari sebuah mangkuk yang melambangkan sebuah alam, dan sebuah titik dibawah sebagai pertanda, , Exsistensi Allah sebagai penyangga. dan yang kita tau sebuah titik dalam besaran vector adalah tetap sebagai titik, entah bagaimanapun diperbesar berapa kali, adalah tetap sebagai titik.

ت ta = setelah itu Allah SWT menciptakan mahkluk secara berpasang-pasangan.

ث tsa = setelah keberadaan mahkluk, maka Allah berbaik hati menuntun umat manusia diatas nya (bismillahirahman arrahim)

ج jim = sebuah sunnatullah yang telah diciptakan sebagai fundament tatanan alam semesta.
ح ha = berlakunya sunnatullah diatas alam semesta

خ kha = sunnatullah yang diberikannya kekuasaan kepada manusia sebagai tuntunan dalam tugasnya sebagai wali Allah SWT di alam semesta.

د dal = bayangan kesempurnaan penciptaan alam semesta terpenuhi dengan adanya mahkluk sebagai ma�mur, hukum alam yang dikenakan kepada setiap ciptaanNya dan terakhir diangkatnya Manusia sebagai amir. (dua mangkuk yang disusun simetris)

ذ dzal = penisbahan dal ke pundak manusia (Qs. Al Ahzab-72)

ر ra = sebuah rahmat sebagai manifestasi keberagaman sifat-sifat Allah SWT didalam mengatur ketetapan penyeimbang alam semesta ini. (bentuk mangkuk yang seolah tumpah)

ز za = penisbahan dza ke dalam fitrah manusia sebagaimana peniupan Ruh dikala penciptaan manusia. 

س sin = Dengan seperangkat anugrah diatas, manusia mampu menjadi pemakmur bumi, sehingga dari sebuah ب tanpa titik, manusia mampu memperluasnya demi upaya kesejahteraan mahkluk-mahkluk yang lain. (adanya mangkuk baru hasil bikinan manusia dengan domain usahanya)

ش syin = dan pada akhirnya, manifestasi huruf ث sebagaimana amanah Allah SWT kepada manusia tercapai. 

ص sha = kemudian perluasan-perluasan dunia yang dibikin oleh manusia itu tunduk. Dalam hal ini alam telah dapat dibikin untuk mencukupi segala kebutuhannya (ada bagian 2 mangkuk yang ditelungkupkan)

ض dla = penisbahan ص ke pundak manusia, amanat manusia sebagai amir 

ط tha = dan dalam kondisi kecukupannya/kemakmurannya, Allah SWT turun untuk membimbing manusia dalam bidang yang telah ditundukkannya, sebagai taufiq supaya manusia taqwa kepada Allah SWT. 

ظ dha = dengan kecakapannya, manusia mampu menerima bimbingan dari Rabb pencipta alam dengan perantaraan amir. 

ع a�in = Setelah pengusahaan perluasan alam kearah horizontal, manusia mulai mencari nilai-nilai vertikal yang melalui cahaya akal budi, manusia mulai mencari tuhan sejati. 

غ gha�in = tingkatan manusia dalam mencapai tingkatan perjalanan vertikal dalam mencari tuhannya; makrifat Illah 

ف fa = sebuah keridhoan manusia atas segenap upaya manusia pemimpin dalam mengatur 

ق qaf = suatu kondisi keridhoan manusia secara bermasyarakat atas system kemasyarakatan yang dibentuknya sendiri. 

ك kaf = jadilah alam semesta yang berdiri diatas ketentuan Allah SWT dengan medium manusia didalamnya

ل lam = jadilah alam semesta yang berdiri diatas ketentuan Allah SWT

م mim = wujud faktual (tauladan Nabi Muhammad). Ketundukkan manusia pada Allah.
Sehingga jadilah manusia yang berada di �atas� jalan Allah. Allah mencintainya selayaknya pendengarannya adalah pendengaran Allah, pengelihatanya adalah pengelihatan Allah, dan lisan yang dikeluarkan adalah wahyu yang di-ilhamkan. 

ن nun = manusia dalam tingkatan rahmatan lil alamin 

وwau = permadani ampunan yang �dipersiapkan�Allah kepada manusia.(batas al A�raf bagi manusia kecuali Nabi Muhammad SAW)

هha= Kesempurnaan manusia, sebagai perwujudan Shibghah Allah. (tanda kehidupan seimbang/ moksa:lingkaran) 

צ lam alif = alam semesta dan ِِِeksistensi Allah bersatu. 

ء hamza�h = manusia mengenakan mahkota khalifatullah, kemuliaan independent manusia. Menjadi Rasulullah/ utusan Allah (tapi bukan nabi karena, Nabi Muhammad adalah Yang terakhir)

ى ya = alam semesta menjadi lebih bermakna dengan huruf hamzah
ي ya = �bersama Allah�, manusia menjadi penopang alam semesta. Dalam menjaga. 

Inspirasi dari
01.Menarik ragam inti (Ali bin abi thalib ) : al Qur’an – al fatihah – dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang – huruf ba� ب – dan akhirnya sebuah titik yang menopang mangkuk diatasnya. Alam semesta 

02.Atmonadi; Otentifikasi al Qur’an : perspektif dalam mengurai suatu ayat.yakni
– huruf/kata/makna (bahasa),
– numerik (bilangan)-matematik (bilangan), dan
– simbolis geometrik, baik individual maupun dari huruf dan bilangan
Klo buku tersebut ngebahas tentang constrain al Qur’an, maka dengan restrukturisasi menjadi ulasan diatas.

03. huruf alif, ba dan ya dengan dua titik dibawahnya, ada apa?.

04. surat al fatehah.
Dan berikut tesis lengkapnya. Dan dibagi ,menjadi tiga arus besar.
Cara membacanya,
Baca ayat-ayat pertama dari tiap surat, sebagimana kombinasi “huruf-huruf”, Haa miim, alif laam miim, yaa siin, dsb. Dan liat pada tafsir huruf Arab diatas. Kemudian cari kesimpulan dibalik ayat-ayat pertama tersebut.

Wallahualam

Tahukah Anda Pengertian Dari Agama ?

  • 1. AGAMA(ARTI DAN RUANG LINGKUPNYA) 
  • 2. ARTI AGAMA• Kata “agama” berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu dari kata “a” yang artinya “tidak” dan kata “gama” yang artinya “kacau”. Dengan demikian “agama” artinya tidak “kacau”.• Ada pula pendapat yang menyatakan bahwa kata agama berasal dari akar kata “gam” yang mendapat awalan dan akhiran “a” sehingga menjadi agama. Kadang-kadang mendapat awalan “i” atau “u” dengan akhiran yg sama, sehingga menjadi “igama” atau “ugama” yang berarti “jalan”. 
  • 3. Dalam bhs Bali, ketiga istilah tsb mempunyai makna sbb :1. Agama artinya peraturan, tata cara, upacara hubungan manusia dg raja.2. Igama artinya peraturan, tata cara, upacara dlm berhubungan dengan dewa-dewa.3. Ugama artinya peraturan, tata cara dalam berhubungan antar manusia. Ketiga istilah tsb kini dipakai dalam 3 bhs, yaitu agama (bhs Indonesia), igama (bhs Jawa) dan ugama (bhs Melayu) dengan pengertian yang sama. 
  • 4. • Setelah agama Nasrani masuk ke Indonesia, muncul istilah baru yg diidentikkan dg istilah agama, yaitu “religion” (bhs Inggris) yg berasal dari bhs Latin yaitu dari kata “relegere” yg artinya berpegang kepada norma-norma.• Dlm bhs Indonesia kata religion dikenal dg sebutan “religi” dibaca reliji. Istilah ini erat kaitannya dengan sistem dan ruang lingkup agama Nasrani yg menunjukkan hubungan tetap antara manusia dengan Tuhan saja.• Dlm Islam kata agama merupakan arti dari kata “ad- diin” yg berarti pengaturan hubungan manusia dg Tuhan (vertikal) dan hubungan manusia dg manusia, termasuk dg dirinya sendiri dan alam lingkungan hidupnya (horisontal). 
  • 5. RUANG LINGKUP AGAMA1. Aturan ttg hubungan manusia dengan Tuhan atau sesuatu yang dianggap tuhan (vertikal).2. Aturan ttg hubungan manusia dengan sesama manusia, hubungan manusia dg dirinya sendiri, dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya (horisontal). 
  • 6. KLASIFIKASI AGAMA Berdasarkan sumber (asalnya), agama dapat diklasifikasikan dalam 2 golongan, yaitu :1. Agama wahyu (revealed religion, agama samawi)2. Agama budaya (cultural religion atau natural religion, agama ardhi) 
  • 7. PERBEDAAN CIRI-CIRI ANTARA AGAMA WAHYU DG AGAMA BUDAYAAGAMA WAHYU AGAMA BUDAYA• Dapat dipastikan • Tdk dpt dipastikan kelahirannya kelahirannya.• Disampaikan kpd mns • Tdk melalui utusan, tetapi melalui utusan Allah. filosof/pendiri.• Mempunyai kitab suci yg • Tdk mempunyai kitab diwahyukan Allah. suci yg diwahyukan.• Kebenarannya mutlak • Kebenarannya relatif.• Sistem hub mns dg Allah • Sistem hub mns dg tuhan ditentukan oleh Allah dan ditentukan oleh akal Rasul-Nya. berdasar kepercayaan.
  • 8. • Konsep ketuhanan • Konsep ketuhanan monoteisme cenderung politeisme• Jika menyebut ttg • Jika menyebut ttg alam, kebenarannya alam, kekeliruannya bisa dibuktikan dg sering dapat ilmu pengetahuan dibuktikan oleh sains

MAKNA ORNAMEN DALAM GUNUNGAN (WAYANG JAWA)

Gunungan Melambangkan Pusat Seluruh Kehidupan, Lambang Ketuhanan

Gunungan dalam wayang biasa juga disebut kayon, yaitu salah satu unsur yang mendukung pergelaran wayang. Dalam gunungan terdapat ornamen yang sangat unik dan makna yang dalam. Disebut gunungan karena berbentuk segitiga, seperti gunung. Disebut kayon, semula berasal dari bahasa arab “chayu” yang berarti hidup.
Gunungan atau kayon merupakan pusat perkerilan yang diartikan sebagai lambang bahwa pada awal mulanya sebelum ada kelahiran, pertama kali yang ada adalah kayu (hidup), yang dimaksudkan sebelum Bapak Adam lahir ke bumi yang ada hanyalah pohon dan binatang – binatang buas.
Dalam ornamen gunungan di dalamnya terdapat berbagai lukisan sebagai berikut :

Rumah dengan pintu tertutup
Ular atau naga
Rusa berekor
Ayam di atas pohon / ayam alas
Kera / monyet
Banteng
Singa / harimau
Burung
Kepala raksasa
Dua raksasa bermulut lebar dan bersayap garuda
Bejana berbentuk bunga padma

dalam gunungan itu memiliki makna yang erat hubungannya dengan kehidupan manusia. Makna dari masing – masing lukisan adalah sebagai berikut :

Pintu gerbang melambangkan jalan masuk ke dalam alam gelap, yang merupakan batas antara alam terang (dunia fana) dengan alam gelap (alam baka / akherat) yang sering disebut juga kerajaan maut.
Di alam baka segala sesuatunya diterima sebagai hal yang bernilai tinggi akan kemanfaatannya. Semua yang ada di sekitarnya dalam keadaan sangat subur dan makmur. Segala kehidupan di alam baka semua diliputi rasa tenang dan tentram.
Makna tersebut dapat dilihat juga dalam cerita Dewa Ruci, yaitu sewaktu Bima masuk di dalam tubuh Dewi Ruci. Dilukiskan bahwa waktu Bima berada di dalam tubuh Dewa Ruci, seperti memasuki alam gelap, semua perasaan tertutup tiada merasakan sesuatu. Dalam suasana demikian itu, seolah – olah berada dalam kerajaan maut. Dalam keadaan gelap tersebut kemudian nampak bercahaya, tetapi tanpa penyinaran, sehingga banyak jalan menuju ke segala arah tanpa ada ujung pangkalnya. Hal yang demikian menggambarkan adanya petunjuk dari Sang Pencipta, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Petunjuk / jalan yang diberikan oleh Tuhan tersebut juga tidak jelas mana yang benar dan mana yang salah.
Dari makna tersebut Dr. Hidding mengemukakan bahwa kakayon itu diartikan sebagai lambang suatu tempat atau sumber hidup dan kehidupan dengan sifat baik dan buruk serta berbahaya. Kayon merupakan lambang atau gelanggang perjuangan semua sifat.

Ular atau naga diartikan sebagai lambang sejatining urip, menggambarkan betapa sulitnya jalan berliku – liku yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan.

Rusa yang berekor yang sering disebut komodo adalah binatang aneh yang diartikan sebagai lambang kemauan hidup yang bermacam – macam tanpa mempertimbangkan segi untung ruginya, hanya memburu kesenangan.

Ayam di atas pohon melambangkan suatu tantangan hidup yang akan datang. Waktu fajar menyingsing selalu ditandai ayam berkokok. Suatu pertanda di hari esok penuh dengan tantangan kehidupan.

Kera / monyet melambangkan ketangkasan dalam kehidupan yang belum tentu menjamin terkabulnya suatu keinginan dan merupakan binatang yang dapat menampilkan keuletan dalam menempuh kehidupan.

Banteng melambangkan watak atau pendirian yang jujur, kuat, tidak / pantang menyerah demi tujuan yang suci.

Singa / harimau adalah suatu lambang keindahan yang disertai gengsi atau kewibawaan dan juga tangguh dalam menghadapi lawannya.

Burung melambangkan suatu kesenangan dan lambang ketentuan. Suara burung di fajar menyingsing merupakan pertanda ketentuan di hari esok.

Kepala raksasa melambangkan kewaspadaan dalam menempuh jalan menuju kesempurnaan hidup. Dalam pewayangan tokoh ini ditampilkan sebagai penguasa hutan rimba. Dia adalah Batara Kala, dewa yang berkuasa atas keadaan sakit dan mati. Hutan rimba adalah tempat menempa tokoh ksatria dalam mencapai tingkat kesempurnaan hidup.

Dua raksasa bermulut lebar dan bersayap garuda yang disebut bledegan, adalah lambang penguasa empat nafsu, yaitu mutmainah, supiah, aluamah, dan amarah.

Bejana berbentuk bunga padma yang terletak di pucuk pohon, berisikan air suci. Air suci adalah air kehidupan yang diberikan oleh Sang Pencipta. Bagi yang memperoleh air tersebut dapat menyucikan hidupnya dan akan sempurnalah hidupnya.

Dari uraian makna yang ada maka jelas bahwa lukisan yang ada pada gunungan mengandung makna filosofis dan mistik. Gunungan melambangkan pusat seluruh kehidupan, yang berarti lambang Ketuhanan (Tuhan YME). Sedangkan kayon adalah lambang permulaan hidup yang menjelma di dalam dan di atas kerajaan maut. Dari uraian yang ada, maka gunungan memiliki banyak fungsi tergantung ceritera yang akan dipagelarkan.

MAKNA ISLAM DALAM WAYANG

Dakwah Islam sudah dilakukan sejak lama di Indonesia dengan berbagai metode dan sarana. Salah satunya adalah dengan metode pendekatan budaya dan sarana hiburan masyarakat, seperti yang pernah dilakukan oleh Sunan Kalijaga dengan kisah wayangnya. Wayang sebagai warisan budaya diadaptasi untuk sarana dakwah dengan menampilkan cerita yang berisikan ajaran Islam.

Berdasarkan buku Minanur Rahman dan Arabic The Source Of All The Langguages yang menyatakan bahwa bahasa Arab itu merupakan induk semua bahasa. Dengan demikian, berdasarkan teori itu kemungkinan penamaan Wayang itu diambil dari kata “wachyan” artinya wahyu/firman Tuhan.

Jadi, nama figur dan kisah dalam Ramayana dan Maha Barata itu pada mulanya berasal dari wahyu Ilahi. Sedangkan Dalang, yang memainkan wayang tersebut berasal dari kata Arab “Dallan” artinya penuntun atau penunjuk jalan. Jadi, Dalang itu adalah orang yang mempertunjukan kisah tentang wayang yang bernuansa petunjuk-petunjuk Tuhan untuk manusia, baik dalam urusan pribadi, keluarga, pemerintahan, Negara, hubungan internasional, peperangan dan sebagainya. Ada juga kerajaan antagonis yaitu Astina (Asysayithon) dengan penguasanya Duryudana (Durjana) yang selalu bersikap jahat seperti syaithan.

Tokoh punakawan yang menjadi figur penasehat yang senantiasa memberikan pencerahan dalam cerita wayang juga memiliki makna yang begitu mendalam dan sarat makna. Punakawan yang terdiri dari Semar, Gareng Petruk dan Bagong ada kemungkinan berasal dari kata Semar/Sammir berarti siap sedia, Gareng/Khair berarti kebaikan/kebagusan, Petruk/Fatruk berarti meninggalkan, sedangkan Bagong/Bagho artinya lalim atau kejelekan “Sammir Ilal Khairi Fatruk Minal Bagho” yang artinya“Berangkatlah menuju kebaikan maka kamu akan meninggalkan kejelekan”. Ini juga selaras dengan perintah Allah SWT supaya “amar ma’ruf nahi munkar” yaitu “Mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari perbuatan buruk”

Dalam cerita Maha Barata yang mencerita kisah keturunan Pandu Dewanata yang dikenal dengan Pandawa juga sangat lekat dengan tuntunan ajaran Islam. Pandawa yang terdiri dari lima bersaudara Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa, mengisyaratkan kepada Lima Rukun Islam. Sedang tokoh kontranya adalah bala Kurawa dan Astina yang selalu membuat kemudhorotan. Dalam pementasan wayang, sang dalang juga selalu menempatkan mereka pada posisi yang berseberangan, dimana tokoh Pandawa berada dikanan sebagai lambang kebaikan, sedang Kurawa/Astina selalu di kiri sebagai lambang keburukan.

Kisah Tokoh Pandawa jika diselaraskan dengan ajaran Islam terutama sebagai pengejawantahan Rukun Islam adalah sebagai berikut;

1) Yudhistira
Yudhistira merupakan rangkaian dari kata “Yudh, is dan tira”. Yudh kependekan dari kata ‘Yudha” artinya jihad atau perang; Is kependekan dari kata “Islam” dan Tira merupakan kependekan dari kata “Tirakat”. Yudhistira ini juga memiliki Jimat Kalima sada, yang mengisyaratkan kepada “Kalimah Syahadat” Rukun Islam yang pertama. Maksudnya adalah seseorang yang telah mengucapkan kalimah Syahadat (masuk agama Islam) berarti ia bertekad untuk memerangi hawa-nafsunya dan berupaya menaklukkannya agar ia dapat mengikuti kehendak Allah SWT, sebagai Tuhannya dan mengikuti Muhammad SAW sebagai Rasul-Nya. Oleh karena itu Rasulullah SAW menyatakan bahwa jihad melawan hawa-nafsu itu merupakan jihad paling besar.

Yudhistira dilambangkan dengan ibu jari dimana mengucapkan kalimah syahadat atau tauhid Ilahi merupakan ibu atau induk dari ajaran Islam. Seperti julukannya sebagai Satrio Pembareb

2) Bima
Bima atau Raden Werkudoro yang selalu siap dengan senjata pamungkasnya yaitu Kuku Pancanaka yang diartikan sholat lima waktu haruslah ditegakkan dalam keadaan apapun. Bima juga memiliki julukan Ksatria Penegak yang merefleksikan Ibadah Shalat sebagai Tiang Agama atau Penegak Agama

Bima merupakan rangkaian dari kata “Bi dan Ma”. Bi kependekan dari kata “Bisa” sedangkan Ma kependekan dari kata “Manunggal”. Jadi, Bima itu bisa manunggaling kawula marang Gusti, dan dia memiliki kuku Pancanaka yaitu memiliki kekuatan lima waktu yang mengisyaratkan kepada “Shalat” rukun Islam yang kedua. Maksudnya, amalan shalat itu merupakan media bertemunya seorang hamba dengan Khaliqnya. Oleh karena itu Rasulullah SAWmenyatakan bahwa seorang yang sedang menunaikan shalat hendaknya ia seakan-akan sedang melihat Tuhannya, tapi jika tidak dapat melihat-Nya, hendaknya ia merasa sedang dilihat Tuhannya.

Bima dilambangkankan dengan jari telunjuk, telunjuk sebagai simbol dan alat penunjuk arah. Dengan shalat manusia juga bisa mendapat petunjuk dan dapat bertemu dengan Allah swt, ketika shalat juga ada gerakkan menegakkan jari telunjuk. Selain itu shalat juga harus ditegakkan, karena sebagai tiang agama.

3) Arjuna
Raden Arjuna digambarkan sebagai tokoh yang sangat tampan, lemah lembut, pemberani, pemanah ulung, pembela kebenaran, dan idola kaum wanita. Ini merefleksikan Ibadah Puasa wajib dibulan Ramadhan yang penuh hikmah dan pahala sehingga menarik hati kaum Muslim utk beribadah sebanyak-banyaknya. Keahlian Raden Arjuna dalam bertempur dan memanah ini, merefleksikan Ibadah Puasa sebagai senjata utk melawan hawa nafsu.

Arjuna merupakan rangkaian dari kata Ar, ju dan na. Ar kependekan dari kata Arsa, artinya akan atau mengharapkan, Ju kependekan dari kata maju, dan Na kependekan dari kata rahina, artinya terang karena penerangan dari langit atau agama. Jadi, ARJUNA bermakna mengharapkan kemajuan atau kesuksesan ruhani (agama). Ini mengisyaratkan kepada ”Shiyam” atau Puasa sebagai rukun Islam ketiga. Maksudnya adalah amalan Puasa dapat membuat pelakunya berhati suci yang menyebabkan Tuhan berkenan mengaruniakan wahyu (petunjuk), sehingga hati menjadi terang-benderang. Oleh karena itu sejarah membuktikan bahwa sebelum para nabi menerima wahyu, biasanya mereka melakukan puasa lebih dahulu (atau bertapa).

Arjuna sebagai Ksatria Penengah disimbolkan dengan jari tengah, dimana jari tengah yang memiliki posisi paling tinggi ini menggambarkan bahwa dengan puasa manusia dapat meraih derajat yang tinggi, dan merupakan penengah atau penyeimbang untuk menahan hawa nafsu.

4) Nakula
Nakula merupakan rangkaian dari kata “Na dan Kula”. Na kependekan dari kata “Trisna” artinya kasih-sayang, sedangkan Kula kependekan dari kata “Kawula” artinya masyarakat. Jadi, Nakula itu mengisyaratkan kepada “Zakat” sebagai rukun Islam keempat. Maksudnya, memberikan zakat, infaq, sedekah, hadiah dan yang sejenisnya merupakan manifestasi dari cinta-kasih seorang muslim kepada sesama manusia sebagai makhluq Allah SWT.

Nakula disimbolkan dengan jari manis dimana jari manis sebagai simbol cinta dan kasih sayang, karena biasa dipakaikan cincin tanda cinta.

5) Sadewa

Sadewa merupakan rangkaian dari kata “Sa dan Dewa”. Sa kependekan dari kata “Sangu” artinya bekal, De kependekan dari kata “Gede” artinya besar dan banyak, sedangkan Wa kependekan dari kata “Dawa” artinya panjang atau lama. Jadi, Sadewa itu mengisyaratkan kepada ibadah “Haji” sebagai rukun Islam kelima. Maksudnya, ibadah Haji itu membutuhkan bekal yang besar dan untuk keperluan hidup dalam waktu yang panjang, disamping untuk biaya transportasi, terlebih bagi seorang muslim Indonesia yang jauh dari kota Mekkah, kerajaan Saudi Arabia.

Sadewa disimbolkan dengan jari kelingking, karena jari kelingking merupakan jari terkecil. Haji merupakan ibadah yang memerlukan syarat, sehingga tidak semua umat Islam bisa memenuhinya, atau hanya sebagian kecil saja yang bisa melaksanakannya.

Jika kelima tokoh diatas bersatu, maka akan menjadi kekuatan yang luara biasa, seperti halnya jika 5 rukun jika kita jalankan dengan sepenuhnya, maka keimanan kita juga akan sangat kuat.

5 pesan tanah untuk manusia

1. Silakan kalian manusia berjalan di punggungku, tapi ingat nanti kalian pasti akan masuk ke perutku.

2. Silakan kalian makan apapun yang kalian suka, tapi ingat nanti kalian akan dimakan oleh belatung di dalam perutku.

3. Silakan kalian tertawa di punggungku, tapi ingat nanti kalian akan menangis di dalam perutku.

4. Silakan kalian berbahagia di punggungku, tapi ingat nanti kalian akan sedih ketika didalam perutku.

5. Silakan kalian berbuat dosa sesuka kalian di punggungku, tapi ingat nanti kalian akan disiksa ketika di dalam perutku.

Pesan ini mengingatkan kita bahwa kekayaan, jabatan, dan apapun yang kita miliki tidak akan berguna di dalam kubur, oleh sebab itu jangan menyombongkan yang kita miliki,, karena kita semua akan mati .., Perbanyak amal, dan sedekah karena itulah yang kita bawa sampai ke dalam kubur..

Semoga Bermanfaat...

MAKNA DINDING (WALL) DI FB


Yup. . Ia bermakna DINDING. Lalu kenapa dengan dinding? Saya lanjutkan. Siapakah yang membuat FB? Mark Zuckerberg seorang berbangsa YAHUDI. Apa kaitannya WALL & YAHUDI? Kaitan keduanya sangat erat.
DINDING RATAPAN.
Didinding itu mereka menangisi dosa-dosa mereka,meluahkan harapan, ratapan dan segalanya. Itulah tujuan mereka membuat FB.
Dan tanpa kita sadari, kita lebih banyak mengadu masalah di FB daripada mengadu kepada ALLAH SWT, lebih mengutamakan update status daripada shalat dan dzikir kepada ALLAH SWT.
Hati-hatilah sahabat, bisa-bisa kita nanti menjadi ''Tassyabuh'' atau menyerupai kaum lain (Yahudi). Nabi melarang dalam sabdanya:'' Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk dalam golongannya."
Oleh karena itu, jangan jadikan WALL FB sebagai tempat luahan perasaan seperti mereka. Tapi jadikanlah ia sebagai tempat membagi ilmu dan nasehat kebaikan kepada umat Nabi Muhammad SAW. Walaupun hanya kepada 1 orang.
Jadikan Wall FB sebagai media untuk menyebarkan dakwah. Jika anda belum percaya silahkan buka Google dan Search:'' Wailing Wall Of Israel''.
Mari kita renungkan.
'' Sungguh kalian akan mengikuti langkah2 orang2 sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta. Bahkan seandainya mereka masuk lubang biawakpun niscaya kalian ikut masuk pula kedalamnya. Para sahabat bertanya: 'Siapakan mereka itu Ya Rasulullah?'. Beliau menjawab:'' Ahli Kitab (Nasrani & Yahudi). ! Siapa lagi kalau bukan mereka? " [HR. Imam Bukhari]
Jadi postkanlah kata2 hikmah/nasehat/­ ayat Al-Quran, Hadits, Ulama terdahulu tentang agama Islam.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:
"Barang siapa mengajak kepada kebaikan, maka ia akan mendapat pahala sebanyak pahala yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Sebaliknya, barang siapa mengajak kepada kesesatan, maka ia akan mendapat dosa sebanyak yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun."
(Shahih Muslim 2674-16)
Gunakan peluang Yahudi/Nasrani yang akan merusak umat Islam dengan membangunkan agama Islam melalui platform mereka.
Ini ilmu baru. Yuk kita amalkan dan dishare keteman yang lain.
Mari kita jalani kehidupan ini dengan ilmu dan iman.
sekarang pilihan Sobat Muslim ada dua
1. Membiarkan status peringatan sekaligus pelajaran ini hanya dibaca disni
2. Membagikan status ini kesemua teman facebookmu yang insyallah akan menjadi pahala bagi Anda

Sudah begitu lama aku pendamkan.

Al-Quran tidak pernah meletakkan kesalahan Adam yang melanggar perintah Allah dalam syurga atas bahu isterinya Hawa. Sekalipun Bible dan riwayat-riwayat Israiliyyat dalam sesetengah buku tafsir menyatakan Hawa adalah punca yang menyebabkan Adam memakan buah larangan dalam syurga, namun al-Quran tidak pernah menyatakan demikian.
 Menurut al-Quran, kesalahan tersebut ditanggung oleh kedua belah pihak. Sementara Bible (Genesis 3:6-17) menceritakan Hawa (Eve) telah mempengaruhi Adam, dengan itu Tuhan telah menghukum Hawa dengan diberikan kesakitan ketika melahirkan anak. Hal ini juga disebut oleh riwayat-riwayat Israiliyyat yang sering dibaca oleh sesetengah penceramah di masjid dan surau. Namun, para pengkaji hadis mendapati riwayat-riwayat itu tidak boleh dijadikan pegangan dan bercanggahan dengan apa yang disebut dalam a-Quran.

Al-Quran menyebut:
    “Dan Kami berfirman: “Wahai Adam! Menetaplah engkau dan isterimu dalam syurga, dan makanlah dari makanannya sepuas-puasnya apa sahaja kamu berdua suka, dan janganlah kamu berdua hampiri pokok ini; (jika kamu menghampirinya) maka kamu akan termasuk dalam golongan orang-orang yang zalim. Setelah itu maka syaitan menggelincirkan mereka berdua dari syurga itu dan menyebabkan mereka dikeluarkan dari nikmat yang mereka telah berada dalamnya dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebahagian dari kamu menjadi musuh kepada sebahagian yang lain dan bagi kamu semua disediakan tempat kediaman di bumi, serta mendapat kesenangan hingga ke suatu masa (mati)” – (Surah al-Baqarah: 35-36)
Dalam Surah Taha pula Allah berfirman:
     “Dan (ingatkanlah peristiwa) ketika Kami berfirman kepada malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam”, lalu mereka pun sujud, kecuali Iblis, dia enggan sujud. Maka, Kami berfirman: “Wahai Adam! Sesungguhnya Iblis ini musuh bagimu dan bagi isterimu; oleh itu, janganlah dia menyebabkan kamu berdua keluar dari syurga, kerana dengan itu nanti kamu akan menderita. Sesungguhnya telah dikurniakan berbagai nikmat bagimu, bahawa kamu tidak akan lapar dalam syurga dan tidak akan bertelanjang. Dan sesungguhnya kamu juga tidak akan dahaga dalamnya, dan tidak akan merasa panas matahari”. Kemudian, syaitan membisikkan (hasutan) kepadanya (Adam), dengan berkata: “Wahai Adam, mahukah, aku tunjukkan kepadamu pohon yang menyebabkan kekal hidup selama-lamanya, dan kekuasaan yang tidak akan hilang lenyap?”. Kemudian mereka berdua memakan dari pohon itu, lalu terdedahlah kepada mereka aurat masing-masing, dan mereka mula menutupnya dengan daun-daun dari syurga; dan dengan itu derhakalah Adam kepada Tuhannya, lalu tersalah jalan (dari mencapai hajatnya). – (Surah Taha: 116-121)
Ayat-ayat ini jelas bahawa kesalahan Adam yang membuatkan manusia tercampak ke bumi, bukanlah berpunca daripada isterinya Hawa, sebaliknya berpunca dari kelemahan Adam sendiri yang ditipu oleh Iblis, yang akhirnya dia dan isterinya terlibat bersama dalam kesalahan tersebut. Ini berbeza dengan Bible. Berbeza juga dengan cerita-cerita sesetengah penceramah agama yang mengutip kisah Adam dan Hawa dari riwayat Israiliyyat, ataupun Bible atau diwarisi cerita dari satu ustaz ke satu ustaz tanpa dibandingkan dengan apa yang terkandung dalam al-Quran.
Lebih buruk lagi, kononnya Iblis masuk ke syurga melalui perut ular dan pelbagai lagi episod ‘kartun’ yang dimuatkan. Cerita Hawa yang dipergunakan oleh Iblis sehingga mengeluarkan manusia dari syurga adalah unsur luaran yang dimasukkan ke dalam pemikiran umat Islam. Kata Dr Abu Syahbah:
    “Semuanya ini dari sumber Bani Israil yang mereka tokok tambah dan mencampurkan antara yang benar dan yang batil”. – (Dr. Muhammad Abu Syahbah, al-Israiliyyat wa al-Maudu’at fi Kutub al-Tafasir, 179. Kaherah: Maktabah al-Sunnah)
Maka, umat Islam atau lelaki muslim tidak akan menganggap bahawa punca kejatuhan lelaki kesemuanya bermula dari wanita. Walaupun wanita itu memang mempunyai pengaruh yang kuat ke atas lelaki, seperti mana pengaruh lelaki terhadap wanita, namun kejatuhan lelaki atau wanita dari kelemahan diri sendiri yang kadang-kala dieksploitasi oleh pasangannya.
Muslihat Wanita
Namun masa yang sama, al-Quran juga menyatakan kehebatan ‘usikan’ wanita atau lebih jelas ‘muslimat’ mereka jika mereka bermaksud ingin melakukan ‘perancangan halus’. Wanita jika kena gaya memang boleh menjadikan lelaki‘mengidaminya’ angau dan terpengaruh atas segala kehendaknya. Perancangan atau ‘plot’ wanita begitu hebat sehingga al-Quran merakamkan ungkapan yang ditujukan kepada isteri Menteri Mesir (riwayat Israiliyyat konon menamakannya Zulaikha) dalam kisah Yusuf:
    “Ini adalah perancangan kamu (kaum wanita), dan sesungguhnya perancangan kamu (kaum wanita) itu hebat” – (Surah Yusuf: 28)
Perkataan Arab yang al-Quran gunakan dalam ayat berkenaan ialah Kaid yang bermaksud perancangan yang mempunyai unsur licik dan muslihat. Sebab itu Louay Fatoohi dalam bukunya The Prophet Joseph menterjemahkan perkataan Kaidsebagai scheme yang bermaksud tindakan yang licik dan perancangan sulit yang kadang-kala membabitkan tipu daya. Kata beliau: “..this word, which I have translated as scheme means guile and plotting that could involve lies, as in this case”. (ms 86. Kuala Lumpur: Islamic Book Trust).
Maka, atas kelicikan itu, ramai lelaki yang tewas. Wanita ada kuasa ‘licin’ dan licik. Walaupun Nabi Yusuf tidak tewas, tetapi ramai lelaki selain nabi yang tewas dengan ‘kaid’ atau perancangan halus dan ‘sulit’ wanita. Senjata rahsia wanita pada tubuh, bahasanya dan jelingannya. Walaupun bukan semua mereka ada kelebihan itu, namun bagi yang berkelebihan jika perangkapnya mengena, sukar untuk lelaki terlepas daripadanya, kecuali mereka yang memenangkan takwanya atau godaan atau kaid tersebut.
Nabi s.a.w pernah bersabda:
    “Aku tidak tinggal cubaan yang lebih hebat ke atas lelaki lebih dari wanita” - (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)


abda baginda juga:
    “Sesungguhnya dunia itu manis lagi hijau dan Allah menjadikan kalian berketurunan di atasnya. Allah melihat apa yang kalian perbuat. Takutlah kamu kepada (fitnah) dunia dan takutlah kamu kepada (fitnah) wanita, karena sesungguhnya awal fitnah yang menimpa Bani Israil dari wanitanya” – (Riwayat Muslim)
Maka, tidak hairan berapa ramai pemimpin yang gagah, tetapi ditewaskan oleh wanita idamannya, atau isteri kesayangannya. Betapa banyak reputasi pemimpin dirosakkan disebabkan isteri mereka, sehingga rakyat membenci seseorang pemimpin kerana gelagat isterinya. Dalam negara tertentu, kerenah wanita yang memakai gelaran ‘first lady’ boleh menghancurkan kerjaya dan masa depan politik seorang pemimpin negara. Demikian kerenah isteri pemimpin di pelbagai peringkat.
Maka, tidak hairanlah jika Elena Ceausescu, isteri bekas diktator Romania Nocolae Ceausescu dihukum mati bersama suaminya oleh rakyat Romania disebabkan peranannya dalam pemborosan harta negara dan kezaliman kuasa. Maka, jika suami tidak berperanan sebagai pembimbing dan pengawal yang soleh terhadap isteri mereka maka pelbagai kemungkinan boleh berlaku atas kemahiran wanita dalam perancangan atau kaid mereka.
Perhiasan Terindah
Namun wanita itu apabila solehah, mereka kadang-kala lebih baik daripada lelaki. Kehidupan yang buruk seseorang lelaki boleh diubah dengan kehalusan budi dan nilai yang ada pada seorang wanita. Nama baik seorang lelaki bertambah indah dengan kebaikan isterinya. Wanita benar-benar hiasan kehidupan lelaki. Lelaki tanpa wanita adalah lelaki yang cacat tabiatnya. Allah menjadikan wanita pasangan lelaki. Mereka tempat lelaki bermanja dan mendambakan perasaan kelakian. Nabi s.a.w bersabda:
    “Dunia perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia ialah wanita yang solehah” – (Riwayat Muslim)
Ada harta tiada wanita dalam kehidupan tiada artinya. Ada rupa, tiada wanita tiada maknanya. Namun, wanita bagaimana yang lelaki perlukan dalam hidupnya dalam mengharungi bahtera kehidupan? Ya, wanita solehah yang membahagiakan suami, menjaga nama baik dirinya dan suaminya. Sabda Nabi s.a.w:
    “Sebaik-baik wanita dia mengembirakan suami apabila engkau melihat kepadanya, mentaatinya apabila menyuruhnya, tidak menyanggahi suami dalam diri dan hartanya” – (Riwayat al-Nasai, Ahmad dan al-Hakim, dinilai hasan oleh al-Albani)
Sabda Nabi s.a.w juga:
    “Tiga dari kebahagiaan: “Wanita yang apabila engkau melihatnya, ia mengkagumkan engkau, apabila engkau tiada bersamanya dia menjaga dirinya dan harta engkau” – (Riwayat al-Hakim dalam al-Mustadrak, dinilai hasan oleh al-Albani)

Untuk menjadikan wanita itu berfungsi dengan baik, suaminya juga hendaklah baik. Jika tidak, kebaikan wanita akan hilang pada padangan suami yang songsang, seperti mana hilangnya kebaikan Asiah di mata firaun yang zalim. Suami yang baik juga, tidak akan dapat dilihat kemuliaannya di mata isteri yang jahat seperti isteri Nabi Nuh dan isteri Nabi Lut a.s.