Aku tidak ingin di pandang indah oleh wanita. Biarlah aku
hanya indah di matamu. Apa gunanya aku menjadi perhatian wanita andai murka
Allah ada di situ. Apalah gunanya aku menjadi idaman banyak wanita, sedangkan
aku hanya akan menjadi milikmu seorang.
Aku tidak akan merasa bangga menjadi rebutan wanita, bahkan
aku merasa terhina diperlakukan sebegitu, seolah-olah aku ini, barang yg boleh
dimiliki sesuka hati.
Aku juga tidak mau menjadi penyebab kejatuhan seorang
wanita, yang di kecewakan lantaran terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak
dapat aku berikan.
Kalau aku tidak ingin kau memandang lelaki lain, aku dululah
yang perlu menundukkan pandanganku. Aku harus memperbaiki & menghias
peribadiku, karena itulah yang dituntut oleh Allah.
Kalau aku ingin wanita yang baik menjadi istriku, aku juga
perlu menjadi lelaki yang baik. Bukankah Allah telah menjanjikan lelaki yg baik
itu, untuk perempuan yg baik puLa...?
“ Wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang
keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanit yang baik
adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk
wanita-wanita yang baik (pula). (An-Nur:26) “.
Tidak kunafikan sebagai remaja, aku memiliki perasaan untuk
menyayangi dan disayangi. Namun setiap kali perasaan itu datang, setiap kali
itulah aku mengingatkan diriku, bahwa aku perlu menjaga perasaan itu, kerena ia
semata-mata untukmu..bakal istriku.....nanti
0 komentar :
Posting Komentar