Atas nama cinta, yang kurajut dari sisi kegelapan, dalam jerit kefakiran, dalam dangkalnya penghambaan.
ªkυ͡ ikhlaskan wahai malam, sehelai sukma mengukir tasbih, merenda tahmit, merangkai tahlil, mengalir dalam zikir ke-Akbaran-Mu.
ªkυ͡ tikamkan wahai bumi, sepucuk belati terhunus sendiri, merenda salawat pada lembar dan rimbun ayat-Mu.
Atas nama cinta, biarkan ªkυ͡ , cair dalam lembut-Mu, menyanyikan debur-debur syahdu, menjilat ridho keagungan-Mu.
Atas nama cinta jua, wahai Yang Maha Benar, izinkan ªkυ͡ menyongsong-Mu, meski kerdil kepahamanku, hitam tapak jemariku membalut kalis tubuhku.
Atas nama cinta, kucium ujung jemari kaki-Mu yang bening, tunduk takzim menyetarakan dahi dan kakiku.
Atas nama cinta, kuteguk anggur firdaus-Mu, berpeluk dalam ke-Akbaran-Mu, Subhanallah, Alhamdulilah, Laaila Haillallah, Allahu Akbar.
Atas nama cinta
19.49
|
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
0 komentar :
Posting Komentar