Benar Bukan Malaikat, Salah Bukan Setan
membuat saya semakin memahami bahwa manusia itu tidak ada yang sempurna. Manusia
memiliki kelebihan juga kekurangan. Ia tidak akan terlepas dari yang namanya baik dan buruk. Tidak
ada manusia yang selalu benar juga tidak ada manusia yang selalu salah. Baik dan buruk melekat
pada dirinya. Maka tidak pantas diantara manusia menyombongkan kebaikan atau kelebihannya dan
mencela kekurangan yang lainnya. Selevel ulama pun tidak lepas dari salah dan dosa.
memiliki kelebihan juga kekurangan. Ia tidak akan terlepas dari yang namanya baik dan buruk. Tidak
ada manusia yang selalu benar juga tidak ada manusia yang selalu salah. Baik dan buruk melekat
pada dirinya. Maka tidak pantas diantara manusia menyombongkan kebaikan atau kelebihannya dan
mencela kekurangan yang lainnya. Selevel ulama pun tidak lepas dari salah dan dosa.
Oleh karena itu kita harus memahami dan memaafkan jika ada orang yang melakukan kesalahan kepada kita, tidak boleh menghakiminya sendiri. Walaupun sudah dimaafkan bukan berarti perbuatan jahatnya ditolerir, perbuatan buruk ya buruk harus diperbaiki dan diluruskan.
Kita tidak boleh putus harapan bahwa seseorang yang jahat tidak bisa berubah menjadi orang soleh.
Apapun bisa dilakukan Allah SWT, sejahat apapun manusia bisa sekejap mata menjadi soleh jika sudah dikehendaki-Nya. Begitupun sebaliknya orang soleh dengan sekejap mata bisa menjadi jahat jika sudaha dikehendaki-Nya. Tetap do'akan dan sabar dalam berusaha memberikan stimulan perubahan positif padanya.
Menilai manusia jangan dari tampang fisiknya, melainkan dari dalam hatinya. Begitu dalamnya hati
maka tidak ada manusia yang bisa mengetahui isi hati. Maka kita jangan tergesa-gesa memvonis
seseorang itu baik atau juga buruk. Kita harus mengenal seseorang itu dengan mendalam, artinya
kita akan tahu karakter baik atau buruknya seseorang setelah kita benar-benar sudah mengenalnya dengan baik.
Bisa saja tampangnya cakep dan cantik tapi ternyata hatinya busuk, begitu pula bisa saja tampangnya jelek dan dekil tapi ternyata hatinya berlian. Perasangka hanya membuat hati dan pikiran kita menjadi kotor sehingga mudah memvonis seseorang sebelum mengenalnya dengan baik. Lakukanlah pendekatan yang baik dan kenalillah seseorang dengan baik sehingga kita tahu karakter dia yang sebenarnya. Berteman dengan siapa saja tapi kita harus tahu siapa diantara teman kita yang bisa dijadikan sahabat baik.
Karena manusia memiliki kekurangan bukan berarti kita harus minder justru jadikanlah kekurangan itu sebagai kelebihan. Manfaatkan waktu untuk terus mengasah diri agar diri kita berkembang dan maju.
Apapun bisa dilakukan Allah SWT, sejahat apapun manusia bisa sekejap mata menjadi soleh jika sudah dikehendaki-Nya. Begitupun sebaliknya orang soleh dengan sekejap mata bisa menjadi jahat jika sudaha dikehendaki-Nya. Tetap do'akan dan sabar dalam berusaha memberikan stimulan perubahan positif padanya.
Menilai manusia jangan dari tampang fisiknya, melainkan dari dalam hatinya. Begitu dalamnya hati
maka tidak ada manusia yang bisa mengetahui isi hati. Maka kita jangan tergesa-gesa memvonis
seseorang itu baik atau juga buruk. Kita harus mengenal seseorang itu dengan mendalam, artinya
kita akan tahu karakter baik atau buruknya seseorang setelah kita benar-benar sudah mengenalnya dengan baik.
Bisa saja tampangnya cakep dan cantik tapi ternyata hatinya busuk, begitu pula bisa saja tampangnya jelek dan dekil tapi ternyata hatinya berlian. Perasangka hanya membuat hati dan pikiran kita menjadi kotor sehingga mudah memvonis seseorang sebelum mengenalnya dengan baik. Lakukanlah pendekatan yang baik dan kenalillah seseorang dengan baik sehingga kita tahu karakter dia yang sebenarnya. Berteman dengan siapa saja tapi kita harus tahu siapa diantara teman kita yang bisa dijadikan sahabat baik.
Karena manusia memiliki kekurangan bukan berarti kita harus minder justru jadikanlah kekurangan itu sebagai kelebihan. Manfaatkan waktu untuk terus mengasah diri agar diri kita berkembang dan maju.
Tumbuhkan kepercayaan diri kita sehingga kita mampu menghadapi dan memecahkan persoalan
hidup yang menghadang kita. Mudah putus asa hanya akan menambah dan memperumit masalah.
Sudah tidak zamannya lagi menyombongkan kelebihan diri sendiri dan mencela kekurangan orang
lain. Sebaiknya kita intropeksi diri apakah kita sudah benar-benar menjadi baik atau belum. Rajin
memperbaiki diri dan membantu orang lain yang kesulitan akan membuka lebar pintu kesuksesan kita.
hidup yang menghadang kita. Mudah putus asa hanya akan menambah dan memperumit masalah.
Sudah tidak zamannya lagi menyombongkan kelebihan diri sendiri dan mencela kekurangan orang
lain. Sebaiknya kita intropeksi diri apakah kita sudah benar-benar menjadi baik atau belum. Rajin
memperbaiki diri dan membantu orang lain yang kesulitan akan membuka lebar pintu kesuksesan kita.
Jadi, manusia tidak ada yang sempurna karena manusia bukan malaikat dan manusia jahatpun
memiliki potensi untuk berubah menjadi lebih baik. Ingat...
memiliki potensi untuk berubah menjadi lebih baik. Ingat...
manusia adalah " Benar Bukan Malaikat, Salah Bukan Setan ".
0 komentar :
Posting Komentar