#melayang {position:fixed;_position:absolute;bottom:30px; left:0px;clip:inherit;_top:expression(document.documentElement.scrollTop+document.documentElement.clientHeight-this.clientHeight); _left:expression(document.documentElement.scrollLeft+ document.documentElement.clientWidth - offsetWidth); }

Budaya untuk anak




Kadang orang tua itu lebih bangga kpd anaknya yg pintar dalam sekolahnya, fisika. matematika dan ilmu yg lainya dgn nilai yg bagus, bila perlu di ikutkan les dgn bayaran yg mahal, orang tua
bangga dn semua itu. 


Bahkan, ada yg bangga anaknya sdh katam Al- qur'an atau bahkan hafid, bangga dgn prestasi pondok dan sekolah-nya, mereka lupa bahwa mereka tdk mengajarkan budaya dan
moral kpd anak"nya.
Kepandaian akademi tanpa budaya adalah tidak bermoral, agama tanpa budayapun tidak bermoral,
tidak ada rasa-nya dan tidak ada keindahanya. Apapun kepandaian anak" kita, jgn lupa diajarkan berbudaya, budaya sopan santun, ramah, malu, antri, beretika dan lain"... Agama dan pendidikan adalah ilmunya,
sedangkan budaya adalah cara prakteknya. AKAN MENJADI PERCUMA, mendidik anak dgn agama dan pendidikan tanpa diajarkan budaya, mereka memang pandai dan pintar, tetapi mereka bodoh dn
sangat bodoh untuk mempraktekan ilmunya. Misalnya budaya antri, coba perhatikan di tempat permainan anak", bagaimana orang tua mengajarkana anak"nya untuk menyerobot antrian
anak" yg lain, main dorong- dorongan dgn yg lain, dgn berbagai alasan agar anaknya dapat antrian yg
terdepan, tanpa mau berpikir dan menghargai hak orang lain yg telah antri duluan. Hal in tampak sepele, akan tetapi coba bayangkan bagimana bila anak" kita nanti menjadi pejabat, menjadi karyawan, atau menjadi pemimpin umat dan negara, lalu apa yg akan mereka lakukan, apa mereka tdk main serobot, main sikut"tan, main jegal, main gunting dalam lipatan dan etika buruk yg lainya,...
Kadang, pengetahuan agama dan pendidikan itu tdk penting, pada suatu keadaan, yg diperlukan
adalah pendidikan budaya yg telah orang tua tanamkan, Perlu kita ketahui dlm budaya antri saja ada
berbagai macam pelajaran dan etika, dlm budaya antri anak" kita belajar untuk mengahrgai hak" orang lain, belajar disiplin waktu, kalau mau dapat antrian yg terdepan hrs datang lebih dulu, kalau dapat antrian belakang yg hrs menerima konsekwensinya, anak belajar kuat dan tabah dlm menjalani sebuah proses untuk menunggu giliran, dan yg lebih utama adalah mendidik anak untuk disiplin, teratur dan rapih.

0 komentar :

Posting Komentar