Konsep Al-Qur’an adalah mengutamakan Akhlak yang terpuji untuk
kebaikan seluruh Makhluk, menjadi Rahmat bagi sekalian Alam merupakan
Pilar-Pilar Kebahagiaan dan kedamaian. Namun….jika Manusia sudah
tiada menyadari akan Hakikat dirinya, buta akan Nilai-nilai Dasar
Fitrahnya maka tentunya apa yang menjadi tujuan Hidup yaitu Kebahagiaan
dan Kedamaian tak akan terwujud.
Apapun yang ada di luar dari
diri adalah cermin dari apa yang ada pada diri. Ketika Bangsa dan Negara
mengalami Krisis Multi Demensi karena Tonggak Dasar dari pada TAUHID
sudah ternodai dengan segala Aneka Ragam yang serba gemerlapan menjadi
keutamaan dan kebutuhan pada diri lalu melangkah tanpa Arah yang sudah
di tetapkan dalam Norma Kebenaran, mengikuti Nafsu, ke-EGO-an diri
semata tentunya bias dari pada itu akan terjadi sikut menyikut satu
dengan yang lain, gontok-gontokkan meraja lela, saling menjatuhkan
bahkan tidak jarang yang saling bunuh membunuh hanya di karenakan
persaingan dalam mendapatkan Kedudukan, Tahta, Kekayaan dan Kecantikkan.
Lalu dimanakah…Kemuliaan Manusia yang telah dinyatakan Allah lebih
Mulia dari pada Makhluk2 yang lain…????. Ternyata kemuliaan yang di
Anugrahkan Allah kepada Manusia itu telah di-GADAI-kan untuk kepuasan
Hawa Nafsu/ke-EGO-an semata dalam memenuhi rasa ketidak puasan akan
sesuatu yang ada pada dirinya. Semuanya serba kurang….kurang….dan
kurang, Jika Seandainya Dunia dan seluruh isinya bisa di genggamnya maka
tentunya manusia-manusia yang buta Hatinya akan berlomba-lomba untuk
meraihnya.
Marilah…bersama-sama melangkah dalam Kesadaran Diri
yang berlandaskan Azaz Lillaahi Ta’ala dan mengerti bahwa Hidup bukan
hanya sekedar untuk mengisi perut dan menurutkan Hawa Nafsu tetapi yang
terlebih utama adalah Berbagi dalam Cinta Kasih, menebarkan Rahmat
kepada sekeliling menjadi pengayom bagi orang2 yang membutuhkan, menjadi
Kawan bagi yang kekurangan, menjadi Kebahagiaan untuk orang lain bukan
menjadi orang yang mengharapkan kebahagiaan orang lain.
Tentunya….jika hal itu terwujud di muka Bumi ini, di Bumi Pertiwi ini,
di Negara yang kita Cintai ini yaitu INDONESIA RAYA dari Sabang sampai
Merauke maka tak akan diragukan lagi….Kebahagiaan dan Kedamaian
berangsur-angsur akan di dapatkan. Seiring dengan Waktu, jika Manusia
yang didalamnya menyadari akan Jati Dirinya dan kemudian menyelam
kedalam Dirinya senantiasa Introspeksi diri, merenung dalam Musyahadah,
Menyaksikan akan dirinya beserta Alam adalah sebagai Bukti dan Saksi
adanya Allah yang Arrohmaan Arrohiim dan selalu mendengarkan Hati
Nuraninya yang tiada tercampur oleh Nafsu/EGO, Maka merekalah sebagai
Penyelamat Bangsa, merekalah sebagai Tonggak Negara, merekalah sebagai
Pejuang-Pejuang Tuhan untuk membela Ibu Pertiwi dan merekalah Khalifah
di muka Bumi ini untuk menebarkan Rahmat dan Cinta Kasih. Temukanlah
Jati Diri itu mulai saat ini, jangan sia-siakan Waktu karena waktu terus
berputar dan berputar tak perduli Status diri kita. Waktu akan segera
menelan orang2 yang yang tiada menyadari akan Jati Dirinya.
Karenanya….
“Demi Masa/Waktu di setiap harinya dalam 24 jam Sehari Semalam dari
buka mata sampai tutup mata kembali, sesungguhnya Manusia itu dalam
Kerugian karena tiada Kesadaran akan Jati Dirinya(Nilai-nilai Dasar
Fitrah)”. Dan Mereka yang mengerti serta menyadari akan Jati
Dirinya(Nilai-nilai Dasar Fitrah) adalah mereka yang ber Iman dan ber
Amal Sholeh(ber-Akhlakul Karimah/Baik Budi Pekertinya). Mereka itu
senantiasa saling berbagi dalam nasihat menasihati(Sharing) dalam
Kebenaran dan juga saling berbagi dalam nasihat menasihati(Sharing)
dalam kesabaran.
******* RENUNGAN UNTUK INDONESIAKU *******
05.29
|
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
0 komentar :
Posting Komentar