aik teman, berikut ini saya punya falsafah 5 jari manusia, terutama buat
jari tangan. Seperti pada judulnya, falsafah 5 jari dalam kehidupan
Manusia.
1. Ada si gendut jempol yang selalu berkata baik dan menyanjung.
2. Ada telunjuk yang suka menunjuk dan memerintah.
3. Ada si jangkung jari tengah yang sombong dan suka menghasut jari telunjuk.
4. Ada jari manis yang selalu menjadi teladan, baik, dan sabar sehingga diberi hadiah cincin.
5.
Ada kelingking yang lemah dan penurut serta pemaaf (waktu kecil kalau
kita berbaikan dengan musuh kita pasti saling sentuh jari kelingking?).
Dari kelima point di atas (sesuai dengan jumlah jarinya), kita bisa
lihat bahwa terdapat perbedaan yang positif dan negatif, tapi meskipun
kelima jari tersebut memiliki perbedaan, mereka bisa bersatu dan bekerja
sama untuk mengaplikasikan apa yang hendak kita lakukan. Misalnya :
menulis, memegang sesuatu, melakukan pekerjaan, dll. Pastinya untuk
menolong anggota badan lainnya
Mungkin dari sini kita bisa belajar memahami apa yang sebenarnya
falsafah kelima jari kita, yang jelas kita jangan sampai merendahkan
yang lain karena suatu hal, tapi kita bisa mengajak mereka untuk bekerja
sama sehingga bisa menghasilkan apa yang dituju.
Ada sebuah cerita, dimana dalam cerita ini dikatakan bahwa ada 2 anak
yang sedang bersama, kita sebut saja si A dan si B. Kemudian si A marah
dan menunjuk si B dengan jari telunjuknya sambil mengatakan "Kamu
Monyet", kemudian si A ditegur sama orang tuanya dan berkata yang
seperti itu jangan dilakukan. Kemudian orang tuanya itu berkata lagi
"Tidakkah kamu ketahui 1 jari telunjuk di hadapkan kepada si B dan 1
jari itu mengatakan si B “monyet”, tapi lihat kemana 4
jari lainnya mengarah?”, anda sendiri tau kan jawabannya 4 jari itu
mengarah kemana?! Kesimpulannya 1 jari ke si B dan 4 jari ke si A. Maka
saat kita menunjuk kepada orang lain sambil memaki, sebenarnya secara
tidak langsung kita sedang memaki diri kita sendiri, bahkan yang
menunjuk kepada diri sendiri itu lebih banyak daripada yang ditunjukkan
kepada orang lain.
Nah, dari falsafah 5 jari diatas maka alangkah baiknya bila kita
memahami bahwa setiap manusia itu diciptakan dengan berbeda - beda.
Tapi, sebenarnya kita sebagai ciptaannya jangan sampai membeda -
bedakan, justru kita harus bisa mempererat dan mempersatukan perbedaan
tersebut menjadikan suatu kesatuan yang tidak bisa terlepaskan. Ibarat
sapu lidi, jika jumlah yang banyak maka akan sulit untuk dipatahkan,
tapi jika hanya ada satu lidi kita bisa mematahkannya dengan sangat
mudah. Kita haruslah memiliki rasa saling menyayangi, saling menolong,
saling membantu, dan saling melengkapi / mengisi. Bukan untuk saling
menuduh satu sama lain, menunjuk dengan seenaknya, merusak bahkan
membunuh orang lain.
Seperti itulah teman, falsafah 5 jari yang saya ketahui. Semoga apa yang sudah saya tulis bisa bermanfaat ya. :)
Filosofi 5 Jari Manusia Dalam Kehidupan
05.32
|
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
0 komentar :
Posting Komentar