Ketika kegalauan mulai menyelimuti hati & fikiran ini, maka hanya
Engkau-lah yang terbesit dalam kerinduan yang terdalam. Hanya Engkaulah
tempatku ingin membagi setiap rasa ini, hanya kepada-Mu aku ingin
menceritakan setiap resah & keluh yang aku rasakan..
Aku mencintai-Mu dengan buncahan energi yang luar biasa & dengan buncahan setiap nafasku yang melebihi tiap udara yang aku hirup..
Aku tidak ingin mencintai-Mu hanya sekedarnya saja, tapi ingin
memberikan yang bisa aku berikan agar Engkau dapat mencintaiku atau
sekedar mengetahui bahwa ada seorang hamba yang mengemis kasih &
sayang-Mu..
Ketika dadaku mulai menyesak & hati tak dapat
lagi menampung kerinduanku yang tiap hari kian meluas ini semua
membuatku kembali berfikir apakah benar adanya bahwa aku mencintai-Mu
atau hanya sekedar mencintai-Mu..
Karena jawaban dari pertanyaanku itu adalah bersumber dari hati & tiap perilaku yang aku jalani selama ini..
Jika tak ada perbaikan dari sifatku setiap hari, maka tidaklah benar
pernyataan & perasaanku yang mengatakan cinta kepada-Mu..
Aku mengetahui benar apa yang bisa membuat-Mu mencintaiku, tapi selalu
aku terkalahkan oleh amarah yang mendayung hati ini dengan cepat hingga
aku terlupa bahwa sebenarnya aku telah salah memilih jalan..
Aku ingin mencintai-Mu bukan hanya sekedarnya, aku ingin mencintai-Mu
dengan sebenarnya & ketakutan yang menghantuiku kalau aku akan lebih
mencintai hamba-Mu daripada Engkau membuatku memilih jalan untuk tidak
mendekat kepada orang lain..
Hatiku berkata ini salah, tapi
sungguh ketakutanku bahwa aku akan mencintai-Mu dengan sekedarnya,
inilah yang membuatku memilih jalan ini..
Sungguh aku tak ingin
lagi meminta Engkau memudahkan urusanku, tapi aku akan meminta berikan
aku kekuatan untuk melewati kesulitan di tiap urusanku & meminta
Engkau untuk selalu memberi petunjuk agar aku & hatiku ini bisa
bersatu & sependapat dalam hal yang Engkau Ridhoi..
Debu
dihati menebal, menyelimuti nurani, menyesakkan nafas, menutupi getaran
rahasia. Debu itu, dosa yang ku biarkan mengendap, kekecewaan yang tak
tersingkirkan, keinginan yang terlalu, bayang-bayang masa lalu, membuat
tersentak sadar, bahwa hidup yang ku jalani begitu hampa tanpa makna..
Engkau bagiku adalah cahaya yang tak mampu ku tatap, misteri yang tak
ku pahami & yang ku yakini. Engkau ada & menguasai hidup,
desiran yang saat ini menyusup dalam rasa membuatku berharap akan
menjadi nyata..
Bila malam ku tatap langit, ku rasa
kehadiran_MU, ku sadari langkah-langkah ku belum mendekati-Mu, apalagi
memahami rahasia-Mu. Namun, aku masih memiliki sisa hidup yang bisa ku
gunakan untuk bisa mendekap-Mu & memahami rahasia-Mu..
Keep istiqomah wa hamasah.. Allah always be there with me, with you and with them.. :) Inget yah.. Allah dulu.. Allah lagi.. Allah terus..
0 komentar :
Posting Komentar